Archive

Volume 7, Number 2 / April issue 2021
Maryati, Eddy Lion, Netto W.S. Rahan, Eli Karliani, U.Z. Mikdar, Evi Feronika Elbaar
Values of local wisdom: strengthening the learning of history for junior high school students
Abstract

The success of the development of an education system with a local wisdom pattern is the creation of spiritual strength, noble character, self-control, communication, cooperation, intelligence, and skills in society, nation, and state. This is intended so that the educational process focuses on forming attitudes, intellectual development, and developing children's skills as needed so that they develop in society according to their potential. History subjects as an embryo of strengthening the values of local wisdom to create students with integrity require insights and approach through strength in fostering the desired character, character, and intelligence. Informing wise, wise, and prudent people learning history from students must be optimized. This is because from understanding history it is hoped that students will be able to take the essence of its historical value.
Keywords: values, local wisdom, learning, history, student

Cite this article:
Maryati, Eddy Lion, Netto W.S. Rahan, Eli Karliani, U.Z. Mikdar, Evi Feronika Elbaar. Values of local wisdom: strengthening the learning of history for junior high school students. Acta Scientiae et Intellectus, 7(2)2021, 158-170.


REFERENCES

  1. Ali, Ahmad (2010). Kearifan Lokal sebagai Landasan Pembangunan Bangsa. Harmoni Jurnal Multikultural & Multireligius. 34(IX). Hlm. 5-8.
  2. Amanda Heister (2020). Social skills training. Acta Scientiae et Intellectus, 6(1): 107-119.
  3. Asmani, Jamal (2012). Pendidikan berbasis keunggulan lokal. Yogyakarta: DIVA Press.
  4. Atmaja, H.T., & Saraswati, U, Afiqoh (2018). Penanaman nilai kearifan lokal dalam pembelajaran sejarah pokok bahasan perkembangan Islam di Indonesia pada siswa kelas X IPS di SMA Negeri 1 Pamotan tahun ajaran 2017 / 2018. Indonesian Journal of History Education 6(1), 42–53.
  5. Fajarini, U. (2014). Peranan Kearifan Lokal Dalam Pendidikan Karakter. Universitas Islam Negeri (UIN). Jakarta. Diakses pada tanggal 20 Oktober 2015: 123-125.
  6. Hamid (2009). Teori Belajar dan Pembelajaran. Medan.
  7. Isjoni (2007). Cooperative Learning: Efektifitas Pembelajaran Kelompok. Bandung: Alfabeta.
  8. Jannah, Miftahul (2014). Gambaran identitas diri remaja akhir wanita yang memiliki fanatisme k-pop di Samarinda. eJournal Psikologi, 2 (2): 182- 194.
  9. Kartadiyat (2009). Ilmu Sejarah Dalam Perspektif Ilmu Sosial. Yogyakarta: PT. Hanindita.
  10. Kochhar, S.K. (2008). Pembelajaran Sejarah. Jakarta: PT Grasindo.
  11. Krisnaningrum, Iva, dkk. (2017). Perilaku Sosial Remaja Era Globalisasi di SMK Muhammadiyah Kramat, Kabupaten Tegal. JESS 6 (3): 92-98.
  12. Kriyantono, Rachmat dkk. (2014). Kearifan Lokal dan Strategi Komunikasi Public Relations di BUMN dan Perusahaan Swasta. Malang: Tesis Universitas Brawijaya (libUB).
  13. Lion, E. (2014). Pengaruh Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) Terhadap Sikap Demokratis Siswa SMA Negeri Se Kota Palangka Raya (Survey Terhadap Siswa Kelas XI SMA Negeri di Kota Palangka Raya). Jurnal Online Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, 2: 106-122.
  14. Ludang, Y. (2010). A brief review on the role of the community to lessen the rate of global warming. Middle East Journal of Scientific Research, 6(1): 69-75.
  15. Ludang, Y.S. Mangkoedihardjo, W. Hadi, S. Jarias (2011). Biodiversity of city phytostructure by incorporating indigenous knowledge for the city of Palangka Raya, Indonesia. International Journal of Academic Research, 3(6): 289-292.
  16. Musadad, A.A. (2010). Peran Kepemimpinan, Etos Kerja, Dan Persepsi Kepala Sekolah Terhadap Mutu Pendidikan. 13 (2). Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret. Surakarta.
  17. Nasiwan, dkk. (2012). Dari Kampus UNY untuk Indonesia Baru. Yogyakarta: Penerbit ARTI.
  18. Olberto, Holten Sion, Abdul Rahman Azahari, Joni Bungai, Netto W.S. Rahan, Yetrie Ludang (2020). In house training for elementary school teachers for attitude assessment in Katingan regency. Acta Scientiae et Intellectus, 6(1): 94-106.
  19. Rahman, Abd. (2014). Pembelajaran Sejarah. Yogyakarta: Ombak.
  20. Rosihan, Akhmad (2012). Stereotipisasi Etnis Pendatang dan Etnis Pribumi (Studi Deskriptif Stereotip pada Etnis Komering atas Etnis Jawa: Studi Kasus di SMA Negeri 1 Martapura di Martapura, OKU Timur, Sumatera Selatan). Jakarta: Tesis Universitas Indonesia (libUI)
  21. Samani, M., & Hariyanto (2014). Konsep dan Model Pendidikan Karakter. Bandung: Remaja Rosdakarya.
  22. Tripasetyo, Joko (2008). Strategi Belajar Mengajar. Bandung: Pustaka Setia.
  23. Tumangor Rusmini, dkk. (2010). Ilmu Sosial dan Budaya Dasar. Jakarta: Kencana Prenada Media Group. Cet-1.
  24. Wibowo, Agus (2015). Pendidikan Karakter Berbasis Kearifan Lokal di Sekolah. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.