Archive

Volume 7, Number 2 / April issue 2021
Alfian, Yetrie Ludang, Suriansyah Murhaini, Andrie Elia
Overview of sociology of law on agricultural land conversion in Pulang Pisau Regency of Central Kalimantan
Abstract

This study takes a legal perspective on land conversion from agriculture to settlements, plantations, industries and other services. The location taken in this research is Pulang Pisau Regency, Central Kalimantan. Discussed here are several aspects of legal reconstruction and social review, which are less understood in the context of land use change. So far, the community, stakeholders and law enforcement have used the basis of positive law and customary law, without including humanist sociological analysis to provide new views on the problem of land conversion. This is a new problem that needs to be solved comprehensively. The priority in the sociology of law strategy to overcome land conversion in Pulang Pisau Regency is to utilize and optimize the potential of own land and sufficient land area to expand the food estate area, and support government incentives as well as increase production and reduce land conversion by increasing the government's role in providing assistance.
Keywords: sociology, agricultural land, conversion, regulations, protections

Cite this article:
Alfian, Yetrie Ludang, Suriansyah Murhaini, Andrie Elia. Overview of sociology of law on agricultural land conversion in Pulang Pisau Regency of Central Kalimantan. Acta Scientiae et Intellectus, 7(2)2021, 249-261.


REFERENCES

  1. Ante, E., N.M. Benu dan V.R.B Moniaga. Dampak Ekonomi Dan Sosial Alih Fungsi Lahan Pertanian Hortikultura Menjadi Kawasan Wisata Bukit Rurukan Di Kecamatan Tomohon Timur, Kota Tomohon. Agri-SosioEkonomi Unsrat, 12(3)2016, 113-124.
  2. Arpina, Agus Haryono, Nomeritae, Yohanes Edy Gunawan, Abudarin, Yetrie Ludang. Problem based learning concepts of biology to improve outcomes and attitudes caring the environment. Acta Scientiae et Intellectus, 6(3)2020, 30-41.
  3. Hadjon, P.M. (1993). Pengantar Hukum Perizinan.Yuridika, Surabaya.
  4. Iqbal, M. dan Sumaryanto. Strategi Pengendalian Alih Fungsi Lahan Pertanian Bertumpu pada Partisipasi Masyarakat. Analisis Kebijakan Pertanian, 5(2)2007, 167-182.
  5. Irawan, B. Konversi Lahan Sawah : Potensi dampak, Pola Pemanfaatannya dan Faktor Determinan. Forum Penelitian Agro Ekonomi, 23(1)2005, 1-18.
  6. Juiarso dan A. Sodik (2012). Hukum Administrasi Negara dan Kebijakan Publik, Nuansa, Bandung.
  7. Manan, B. Ketentuan-Ketentuan Mengenai Pengaturan Penyelenggaraan Hak Kemerdekaan Berkumpul Ditinjau dari Perspektif UUD 1945. Makalah ini tidak dipublikasikan. Jakarta. 1995. dalam Andrian Sutedi. 2010. Hukum Perizinan Dalam Sektor Pelayanan Publik. Jakarta: Sinar Grafika. 1995.
  8. Murhaini, Suriansyah and Yetrie Ludang, Sociological Aspects of Transferred Land to Settlements in Indonesia (April 11, 2020). International Journal of Management (IJM), 11(3)2020, 247–255, Available at SSRN: https://ssrn.com/abstract=3573498
  9. PDSIP: Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian, Sekretariat Jenderal Kementerian Pertanian, 2019. Statistik Lahan Pertanian Tahun 2014-2018.
  10. PPRI: Peraturan Presiden Republik Indonesia No. 59 Tahun 2019 tanggal 6 September 2019 tentang Pengendalian Alih Fungsi Lahan Sawah.
  11. Rihanae, Yetrie Ludang and Masliani. Self-Reliance of Community Food Barns in Kapuas District, Central Kalimantan (2020). International Journal of Management, 11(6)2020, 203-212., Available at SSRN: https://ssrn.com/abstract=3670717
  12. Rina Oktavia, Agus Haryono, Yohanes Edy Gunawan, Yetrie Ludang, Abdul Hadjaranul Fatah, Alpian. The effectiveness of blended learning method by using environmental pollution materials. Acta Scientiae et Intellectus, 6(3)2020, 87-97.
  13. Rustiadi, E., dan R. Wafda. Masalah Ketersediaan Lahan dan Konversi Lahan Pertanian. dalam Sunito, Satyawan. et.al. (ed). Prosiding Seminar Penanganan Konversi Lahan dan Pencapaian Lahan Pertanian Abadi. Bogor (ID): Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan LPPM IPB. Halaman 70-85. 2005.
  14. Simatupang, P., dan B. Irawan. Pengendalian Konversi Lahan Pertanan: Tinjauan Ulang Kebijakan Lahan Pertanian Abadi. Prosiding Seminar Nasional Multifungsi dan Konversi Lahan Pertanian. Penyunting: Undang Kurnia, F. Agus, D. Setyorini, dan A. Setiyanto. ISBN 979-9474-20-5. 2011.
  15. Siswani, D.D. dan Nasriati. Pengetahuan Petani Terhadap Teknologi Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) Padi Sawah di Kabupaten Seluma. Prosiding Seminar Nasional Agroinovasi Spesifik Lokasi Untuk Ketahanan Pangan Pada Era Masyarakat Ekonomi ASEAN. 2016, 524-531.
  16. Soekamto, S. Hukum Administrasi Negara dan Kebijakan Publik, Nuansa, Bandung. 2014.
  17. Spelt, N.M. dan J.B.J.M. Berge. “Pengantar Hukum Perizinan”, yang disunting oleh Philipus M. Hadjon, Surabaya: Yuridika. 1993.
  18. Utomo, M., E. Rifai dan A.Thaher (1992). Pembangunan dan Alih Fungsi Lahan Lampung. Universitas Lampung.
  19. Utsman, Sabian (2013). Dasar-Dasar Sosiologi Hukum, Makna Dialog Antara Hukum Dan Masyarakat. Pustaka Pelajar. Yogyakarta.
  20. UU41: Undang Undang No. 41/2009 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (PLP2B).
  21. Widjanarko, B.S., M. Pakpahan, B. Rahardjono dan P. Suweken. Aspek Pertanahan dalam Pengendaliaan Alih Funsi Lahan Pertanian (Sawah). Prosiding Seminar Nasional Multifungsi Lahan Sawah. Badan Pertanahan Nasional. Jakarta. ISBN 979-9474-06-X. 2006, 19-28.
  22. Wijayanti, A. Kebijakan Perlindungan Lahan Sawah dalam Mengatasi Alih Fungsi Lahan Sawah (Studi Kasus di Kota Sukabumi, Propinsi Jawa Barat). Tesis Sekolah Pascasarjana Institut Pertanian Bogor, Bogor. 2016. (Thesis, Unpublished).