Archive

Volume 8, Number 1 / April issue 2022
Anditha Purwanto, Yetrie Ludang, Firlianty
Community mining activities and their impacts in Central Kalimantan
Abstract

Traditional mining activities carried out by the community, using simple equipment, and not tied to formal permits, are quite common in Central Kalimantan. Identification of the problem and the impact of its activities are carried out to become the basis for problem solving efforts. This study is an analysis of various literature sources, followed by a field study to confirm the real conditions. The results of this study are expected to be an effort to increase public awareness about the impacts caused by community mining. Also, this contribution can be utilized by local decision makers for controlling community mining and preventing environmental impacts.
Keywords: Unlicensed mining, community activities, problem identification, negative impacts

Cite this article:
Anditha Purwanto, Yetrie Ludang, Firlianty. Community mining activities and their impacts in Central Kalimantan. Acta Scientiae et Intellectus, 8(1); 2022, 96-106.


REFERENCES

  1. Anjami, T. (2018). Dampak Sosial Penambangan Emas Tanpa Izin (Peti) di Desa Sungai Sorik Kecamatan Kuantan Hilir Seberang Kabupaten Kuantan Singingi. JOM FISIP Vol. 5 No. 1:1-13.
  2. Balihristi (2008). Laporan Akhir Kegiatan Pengawasan Pelaksanaan PETI. Provinsi Gorontalo.
  3. Central Kalimantan Governor Regulation number 63 of 2016 concerning Mining Business Permits and People's Mining Permits.
  4. DMB: Direktorat Mineral dan Batubara. 2019. Koherensi Kebijakan Dengan Sektor ESDM pada Pertambangan Emas Skala Kecil. Disampaikan Oleh Direktur Teknik Dan Lingkungan Mineral Dan Batubara pada Rapat Kerja Teknis Tentang Pengurangan dan Penghapusan Merkuri di Jakarta tanggal 22 Juli 2019.
  5. IKetut Naya, Yetrie Ludang, Kusnida Indrajaya, Wahyu Edy Setiawan, Herianto, Soaloon Sinaga (2021). Local empowerment approach in processing coconut shell waste in Sebamban Village, East Kotawaringin Regency. Acta Scientiae et Intellectus, 7(1), 23-31.
  6. Insiani, Y. (2020). Status Merkuri pada Pertambangan Emas Skala Kecil di Indonesia. Direktorat Pengelolaan Bahan Berbahaya Beracun Direktorat Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah dan B3 Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
  7. Krisnayanti, B.D. dan A.S. Probiyantono (2020). Status Merkuri pada Pertambangan Emas Skala Kecil. Buku 1: Kebijakan Pengurangan dan Penghapusan Merkuri di Indonesia. UNDP Indonesia, Menara Thamrin 8th Floor, Jakarta Pusat. 24 hlm.
  8. Lestarisa, T. (2010). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Keracunan Merkuri (Hg) pada Penambang Emas Tanpa Ijin (Peti) Di Kecamatan Kurun, Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah. Tesis Program Pasca Sarjana Magister Kesehatan Lingkungan Universitas Diponegoro Semarang. (Unpublished).
  9. Murhaini, Suriansyah and Ludang, Yetrie (2020). Sociological Aspects of Transferred Land to Settlements in Indonesia (April 11, 2020). International Journal of Management (IJM), 11 (3), pp. 247–255.
  10. Permana and Y Ludang (2020). Analysis of open spaces in flood-prone areas in small-medium cities: a Case study of Palangkaraya, IOP Conf. Ser.: Earth Environ. Sci. 473 012145.
  11. Rissamasu, F., R. Darma dan A. Tuwo (2012). Pengelolaan Penambangan Bahan Galian Golongan C Di Kabupaten Merauke. Laporan Penelitian. Badan Pengembangan Daerah Kabupaten Merauke.
  12. Setiana, N., dan S. Syahnur (2018). Dampak Pertambangan Emas Terhadap Kehidupan Sosial Ekonomi dan Lingkungan Masyarakat di Kecamatan Beutong Kabupaten Nagan Raya. Jurnal Ilmiah Mahasiswa (JIM) Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsyiah Vol.3 No. 4:584-594
  13. Sintha, Noviany and Ludang, Yetrie and Ardianor. 2020. Insight Review of the Effect of Alum and Clay Addition to Peat Water (June 16, 2020). International Journal of Advanced Research in Engineering and Technology (IJARET), 11(5), pp. 183-193.
  14. Subanri (2008). Kajian Beban Pencemaran Merkuri (Hg) Terhadap Air Sungai Menyuke dan Gangguan Kesehatan pada Penambang Sebagai Akibat Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kecamatan Menyuke Kabupaten Landak Kalimantan Barat. Tesis Program Pasca Sarjana Magister Kesehatan Lingkungan Universitas Diponegoro Semarang. (Unpublished).
  15. Umar, R.H., S. Rahim dan N. Mahmud (2015). Kegiatan Pertambangan Rakyat Kabupaten Bone Bolango: Dampak Sosial Ekonomi Dan Lingkungan. Policy Brief JIKTI. Jaringan Peneliti Kawasan Timur Indonesia. p: 1-7.
  16. UU3: Undang-Undang Nomor 3 tahun 2020 tanggal 10 Juni 2020 tentang Perubahan dari Undang-Undang nomor 4 tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara, Jakarta.
  17. Wijayanto, W., I. Fadli, S. Amalia, M. Alimano. D. Firmansyah, D. Kurniawan, I. Gani, dan D. Amin (2021). Kajian Regulasi dan Kebijakan Pengelolaan Pertambangan Rakyat. http://lipi.go.id › publikasi › kajian-r...Diakses pada tanggal 12 April 2021.
  18. Zulkarnain, I. (2020). Pertambangan Ilegal di Indonesia dan Permasalahannya. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Bogor. 27p.