Archive

Volume 1, Number 4 / December issue 2015
Teguh Triwiyanto, Desi Eri Kusumaningrum
Important reasons and effort to build school work and committee harmony
Abstract

The purpose of research is important to know the reasons and the efforts to build school work and school committee harmony. Pamekasan research sites in East Java province with research subjects principals and elementary school committee chairman as many as 44 people from 28 primary schools. The research method uses a quantitative approach using descriptive analysis and technical analysis of Pearson product moment correlation. The results show how many reasons there are important and efforts to build school work and school committee harmony. There is a relationship between the importance and the efforts to build school work and school committee harmony with a correlation coefficient of 0.986.
Keywords: reason, effort, harmony, school work and committees

Cite this article:
Teguh Triwiyanto, Desi Eri Kusumaningrum. Important reasons and effort to build school work and committee harmony. Acta Scientiae et Intellectus, 1(4), 8-22.


REFERENCES

  1. Ainin, Moh, Kholidah Lilik Nur, dan Ma’sum, Ali.2013. Eksplorasi Program Pembinaan Pelaksanaan Pendidikan Pendekatan School Based Management pada Madrasah Tsanawiyah Kawasan Pinggiran, Pedesaan, dan Terpencil di Jawa Timur. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 20 (1):102-112.
  2. Danim, Sudarman. 2010. Otonomi Manajemen Sekolah. Bandung Alfabeta.
  3. Direktorat Pembinaan Sekolah Dasar Kemdikbud.2012. Materi Bimtek Manajemen Berbasis Sekolah. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.
  4. Hallinger, P.2011. Leadership for Learning: Lesson from 40 years of Empirical Reseacrh. Journal of Educational Administration, 49 (2):125-134.
  5. Hanafi, Ivan dan Ma’sum, Mufti.2015. Analisis Implementasi Kebijakan Pendidikan: Peran Komite Sekolah pada Sekolah Menengah Kejuruan. Cakrawala Pendidikan Jurnal Ilmiah Pendidikan, XXXIV (1):58-66.
  6. Hughes, A.G dan Hughes, E.H. 2012. Learning & Teaching Pengantar Psikologi Pembelajaran Modern. Bandung: Nuansa.
  7. Imron, Ali. 2010. Peningkatan Partisipasi Publik terhadap Kebijakan Pendidikan. Jurnal Manajemen Pendidikan, 23 (1): 33-43.
  8. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.2014. Modul Bimtek Peningkatan Peran Serta Masyarakat di Sekolah Dasar. Jakarta: Direktorat Pembinaan SD Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.
  9. Maisyaroh. Manajemen Partisipasi Masyarakat Berbasis Sekolah. dalam Maisyaroh, dkk (Eds). 2004. Perspektif Manajemen Pendidikan Berbasis Sekolah. Malang: Universitas Negeri Malang.
  10. Mas, Siti Roskina. 2011. Partisipasi Masyarakat dan Orang Tua dalam Penyelenggaraan Pendidikan. Jurnal Manajemen Pendidikan, 23 (3): 298-304.
  11. Murniati Ar. 2009. Strategi Kepala Sekolah dalam Pemberdayaan Sekolah Menengah Kejuruan. Jurnal Ilmu Pendidikan, 16 (2): 126-134.
  12. Nirmala. 2014. Meningkatkan Peranserta Masyarakat untuk Mendorong Akuntabilitas dalam Implementasi Manajemen Berbasisi Sekolah. Prosiding Seminar Nasional Revitalilsasi Pendidikan Nasional Menuju Perbaikan Mental: Mandiri, Partisipatif, Efisien, dan Akuntabel. Malang: Universitas Negeri Malang.
  13. Peratuan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 sebagai Pengganti Peratuan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan.
  14. Rahayu, Wening Padmi. 2011. Analisis Intensitas Pendidikan oleh Orang Tua dalam Kegiatan Belajar Anak, Status Sosial Ekonomi Orang Tua terhadap Motivasi Belajar dan Prestasi Belajar Siswa. Jurnal Pendidikan & Pembelajaran, 18 (1):123-132.
  15. Rifa’i, Achmad. 2013. Model Pengelolaan Program Pendidikan Anak Usia Dini Berbasis Masyarakat. Jurnal Ilmu Pendidikan, 19 (1):120-127.
  16. Rout, Gyanendra Kumar. 2013. International Journal of Research Studies in Education. International Journal of Research Studies in Education, 2 (3): 85-98.
  17. Solfema. 2013. Pengasuhan Orang Tua, Budaya Sekolah, Budaya Masyarakat, dan Empati Anak Usia Remaja. Jurnal Ilmu Pendidikan, 19 (2):149-154.
  18. Sulistyorini.2001. Peranserta Masyarakat dalam Pengambangan Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 19 (2):180-187.
  19. Thomas, Partono. 2013. Faktor Determinan Produktifitas Sekolah. Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan, 17 (1):55-71.
  20. Tjiptono, Fandy. 2008. Service Management Mewujudkan Layanan Prima. Yogyakarta: Andi.
  21. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional.
  22. UNESCO.2000. The Dakar framework for action. Paris: UNESCO.
  23. Unicef, Depdiknas, & European Union. 2007. Modul Pelatihan Praktek yang Baik 1 Manajemen Berbasis Sekolah, Peran Serta Masyarakat, Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan. Jakarta: Unicef.
  24. Unicef, Depdiknas, Unesco, dan Nzaid. 2008. Panduan Implementasi MBS/CLCC Fase 2 2007 – 2010. Jakarta: Unicef.
  25. Usman, Husaini. 2010. Manajemen Teori, Praktik, dan Riset Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.
  26. Wahab, A.Z. 2008. Anatomi Organisasi dan Kepemimpinan Pendidikan Telaah terhadap Organisasi dan Pengelolaan Organisasi Pendidikan. Bandung: Alfabeta.
  27. Wiyono, Bambang Budi. 2010. Partisipasi Masyarakat Terhadap Pelaksanaan Kegiatan Pendidikan. Jurnal Manajemen Pendidikan, 23 (1):1–9.