Archive

Volume 7, Number 3 / June issue 2021
Muhamad Tito, Yetrie Ludang, Suandi Sidauruk, Revi Sunaryati
Community local awareness in respecting coastal land conservation in Cemara Labat Village of Central Kalimantan
Abstract

Utilization of coastal land in the community of Cemara Labat Village has been passed down from generation to generation. The people of Cemara Labat Village still maintain the tradition of coastal land management, such as planting certain types of mangroves, prohibiting cutting down mangrove forests and hunting animals which are regulated in unwritten customary law or local wisdom. Utilization of coastal area resources by humans from time to time continues to increase. The intensity of exploiting the potential of coastal areas resources often does not pay attention to the carrying capacity and principles of optimal and sustainable use of natural resources. Therefore, the mangrove forest ecosystem in Cemara Labat Village needs to be preserved both ecologically and biologically with an awareness approach to local wisdom.
Keywords: coastal land, conservation, community awareness, local wisdom

Cite this article:
Muhamad Tito, Yetrie Ludang, Suandi Sidauruk, Revi Sunaryati. Community local awareness in respecting coastal land conservation in Cemara Labat Village of Central Kalimantan. Acta Scientiae et Intellectus, 7(3)2021, 72-83.


REFERENCES

  1. Alfian, M. (2013). Potensi Kearifan Lokal dalam Pembentukan Jatidiri dan Karakter Bangsa. Yogyakarta.
  2. Allaby, M. (2010). A Dictionary of Ecology. Oxford University Press, Oxford, UK.
  3. Baskoro, M.S. (2016). Teknologi Pengembangan Perikanan dan Kelautan untuk Memperkuat Ketahanan Pangan serta Memacu Perekonomian Nasional secara Berkelanjutan. Penerbit IPB Press. 384 hlm.
  4. Basyuni, M., Y. Bimantara, M. Siagian, R. Wati, B. Slamet, N. Sulistiyono, Nuryawan, dan R. Leidonad (2018). Developing Community-Based Mangrove Management Through Ecotourism In North Sumatra, Indonesia. IOP Conf. Series: Earth and Environmental Science 126.
  5. Birawa, C., & R.M. Sukarna (2016). Zonasi Ekowisata Kawasan Konservasi Pesisir di Kecamatan Katingan Kuala, Kabupaten Katingan, Provinsi Kalimantan Tengah Melalui Pendekatan Ekologi Bentang Lahan. Jurnal Ilmu Kehutanan, Vol. 10 No. 1:19-32.
  6. Dahuri, R., J. Rais, P.S. Ginting dan M.J. Sitepu (2013). Pengelolaan Sumber Daya Pesisir Secara Terpadu. PT. Balai Pustaka (Persero). Jakarta Timur.
  7. Fajarini, U. (2014). Peranan Kearifan Lokal Dalam Pendidikan Karakter. Universitas Islam Negeri (UIN). Jakarta. Diakses pada tanggal 20 Oktober 2015: hal:123-125.
  8. Haryanto, J.T. (2014). Kearifan Lokal Pendukung Kerukunan Beragama pada Komunitas Tengger Malang Jatim. Jurnal Analisa Vol. 21 No. 2:201-213.
  9. Herry Palangka Jaya, Fernando and Yetrie Ludang. 2018. Lakes and Forests as A Couple of Environmental Infrastructure in Tropical Countries, International Journal of Civil Engineering and Technology, 9(7): 1270-1275.
  10. Hujjatusnaini, N. (2016). Konservasi Kawasan Hutan Di Lamandau Dengan Konsep Bioremiadiasi Dan Adat Dayak Kaharingan. (Tajahan, Kaleka, Sapan Pahewan, dan Pukung Himba). Bioedukasi Vol.4 No. 2:498-510.
  11. Istiawati, F.N. (2016). Pendidikan Karakter Berbasis Nilai-nilai Kearifan Lokal Adat Ammatoa dalam Menumbuhkan Karakter Konservasi. Cendekia Vol. 10 No.1:1-18.
  12. Lautetu, L.M., V.A. Kumurur & F. Warouw (2019). Karakteristik Permukiman Masyarakat pada Kawasan Pesisir Kecamatan Bunaken. Jurnal Spasial Vol 6. No. 1:126-138.
  13. Ludang, Y. (2010). A brief review on the role of community to lessen the rate of global warming. Middle East Journal of Scientific Research, 6(1): 69-75.
  14. Ludang, Y. (2018). Keragaman Hayati Ruang Terbuka Hijau Berbasis Pengetahuan Ulayat di Kota Palangka Raya. Cet. ke-1 Tanggerang: Lembaga Literasi Dayak. 152 hlm.
  15. Majid, I., M.H.I. Al Muhdar, F. Rokhman, I. Syamsuri (2016). Konservasi Hutan Mangrove di Pesisir Pantai Kota Ternate Terintegrasi dengan Kurikulum Sekolah. Jurnal Bioedukasi Vol. 4 No.2:488-496.
  16. Murhaini, S. & Ludang, Y. (2020). Sociological Aspects of Transferred Land to Settlements in Indonesia. International Journal of Management, 11(3): 247-255.
  17. Poerwadarminta, W.J.S. (2008). Kamus Umum Bahasa Indonesia edisi keempat. Balai Pustaka, Jakarta. 1.156 hlm.
  18. Prasetyoko, I.A.; Ludang, Y.; Heriamariaty & Embang, A.E. (2020). Studies on the Causes of Forest and Land Fires in the Palm Oil Plantation in Central Kalimantan Province, International Journal of Advanced Research in Engineering and Technology, 11(5): 164-171.
  19. Saden, Y. (2015). Kearifan Lokal Pengelolaan Sumber Daya Alam Masyarakat Dayak Tomun. MASEREOR dan WALHI Kalimantan Tengah. 46 p.
  20. Sjafrie, N.D.M., U.E. Hernawan, B. Prayudha, I.H. Supriyadi, M.Y. Iswari, Rahmat, K. Anggraini, S. Rahmawati, & Suyarso (2018). Status Padang Lamun Indonesia 2018 Ver.02. Pusat Penelitian Oseanografi-Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. 40 p.
  21. Soendjoto, M.A. (2009). Konservasi Flora Fauna (Koflona). Fakultas Kehutanan Universitas Lambung Mangkurat.
  22. Suryanti, Supriharyono & S. Anggoro (2019). Pengelolaan Wilayah Pesisir Terpadu. Undip Press Universitas Diponegoro, Semarang. 142 p.
  23. Utina, R., E. Nusantari, A.S. Katili & Y. Tamu (2018). Ekosistem dan Sumberdaya Alam Pesisir; Penerapan Pendidikan Karakter Konservasi. Deepublish Publisher, Yogyakarta. 84 p.
  24. UU, 2014. Undang-Undang No. 1 Tahun 2014. tentang Perubahan Atas Undang-Undang nomor 27 tahun 2007 Tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir Dan Pulau-Pulau Kecil.
  25. Wahyudi, A. (2014). Implementasi Sekolah Berbasis kearifan Lokal Di SD Negeri Sendangsari Pajangan. Skripsi, Universitas Negeri Yogyakarta. (http://repository.uinjkt.ac.id/.../2/DIANA%20WIDYARANI -FITK.pdf).
  26. Waters, T.J., H. Lionata, T.P. Wibowo, R. Jones, S. Theuerkauf, S. Usman, I. Amin, dan M. Ilman (2019). Konservasi Pesisir dan Penghidupan Berkelanjutan melalui Budi daya Rumput Laut di Indonesia: Panduan untuk Pembeli, Praktisi Konservasi, dan Pembudi daya, Versi 1. The Nature Conservancy. Arlington VA, AS dan Jakarta, Indonesia. 48 P.
  27. Wibowo, A. (2015). Pendidikan Karakter Berbasis Kearifan Lokal Disekolah (Konsep, Strategi, dan Implementasi). Pustaka Pelajar, Yogyakarta. 192 p.
  28. Winarto, B. (2013). Kamus Rimbawan (Edisi Revisi). Yayasan Bumi Indonesia Hijau Bogor. Penerbit Inter Aksara Prima, Jakarta. 592 p.